BERKAH SANG MENTARI


  • Cara Mengatasi Takut Berbicara di Hadapan Umum

    Banyak orang yang telah berguru dengan saya pergi untuk membabarkan dharma. Namun, pada tahap awal, mereka cenderung mengalami demam panggung. Mereka bertanya kepada saya, “Master, saya benar-benar takut berbicara di depan umum. Tolong tunjukkan bagaimana cara untuk mengatasi rasa takut saya”. Seorang murid menyarankan sang guru bersikap bagaikan raja dan memperlakukan para siswa bagai anak buahnya.

    Penonton adalah Keluarga Saya

    Saya mengatakan kepadanya bahwa ide tersebut hanyalah pandangannya sendiri. “Bukankah itu yang Anda pikirkan?”, jawabnya. Tidak, bukan demikian. Penonton adalah keluarga saya. Mereka adalah ayah, ibu, bibi, paman, kakak, dan adik. Mereka menderita, jadi bagaimana saya tidak membantu mereka?

    Semua Makhluk Hidup adalah Buddha Bagi Saya

    “Untuk mengabdikan tubuh, ucapan, dan pikiran saya kepada Buddha.” Saya beritahukan kalian, saya telah mengabdikan tubuh, ucapan dan pikiran kepada Buddha. Namun saya menyadari bahwa semua makhluk hidup merupakan Buddha bagi saya, dan saya ingin mengabdikan tubuh, ucapan dan pikiran saya kepada semua orang yang berjodoh dengan saya.

    Saya Mengharapkan Perdamaian di Bumi

    Setiap pagi ketika saya melihat matahari terbit di Timur, saya mengharapkan perdamaian di Bumi. Saya tidak sedang menulis puisi; ini merupakan harapan tulus dari lubuk hati saya. Saya berharap dimanapun matahari bersinar, kehidupan akan damai dan indah. Tidak ada rasa sakit, tidak ada kelaparan, tidak ada peperangan, dan tidak ada penipuan.

    Saya Berharap Semua Memperoleh Kehidupan yang Baik

    Biarkan sinar matahari mencerahkan kehidupan setiap orang dan membawakan kebahagiaan, terbebas dari penyakit, maka orang akan tersenyum. Terbebas dari rasa sakit, mereka akan hidup dalam kenyamanan dan sukacita. Mereka akan terbebas dari rasa takut. Setiap pagi saya menyambut matahari saat saya berlatih. Ketika matahari itu perlahan-lahan naik, timbul pula rasa welas asih dari lubuk hati saya yang paling dalam seiring dengan sinar mentari yang menakjubkan. Selain mengharapkan perdamaian di Bumi, saya mengharapkan yang terbaik untuk seluruh kehidupan yang ada; pegunungan, sungai, pohon-pohon dan rumput, seluruh tanaman dan serangga.

    Kita gabungkan kasih sayang yang sejati ini bersama hati dan jiwa kita, dengan segala sesuatu yang ada di dunia. Orang yang dapat melakukan hal tersebut adalah orang yang penuh welas asih. Setiap hari saya mengharapkan yang terbaik untuk setiap orang.

    Setiap hari, bagi siapa saja yang belajar Buddhadharma dengan saya, yang menikmati latihan meditasi dengan saya, saya berharap agar hati kita terhubung bagai untaian sutra. Kita terhubung bagai untaian sutra, sehingga saya dapat mengirimkan anda rasa sukacita saya, energi saya, serta harapan saya yang terbaik sehingga Anda semua dapat menerima energi ini supaya Anda semua dapat menghadapi setiap hari dalam hidup Anda dengan kuat dan berani.