Mengirimkan Cinta & Kehangatan ke Nepal


Nepal mengalami gempa yang mengenaskan pada bulan Mei 2015. Peristiwa tersebut telah membawa duka yang tak terlupakan kepada warganya, mengakibatkan rumah-rumah hancur dan kehilangan rekan-rekan tercinta. Menyambut himbauan Master Cin Phu Thi, semua anggota dan pendukung Bodhi Meditation Malaysia mengumpulkan dana. Dua dana dengan jumlah total 450.000 Ringgit (setara dengan 105.000 Dolar Amerika) telah berhasil dikumpulkan. Dana tersebut dikirim ke daerah-daerah yang tertimpa musibah di pegunungan Nepal melalui Yayasan Nanyang Press.

15101910203c99f6c14ece6f12

Pada tanggal 9 Oktober 2015, wakil dari Malaysia Bodhi Meditation Center dan Yayasan Nanyang Press membuat kunjungan pribadi ke Nepal. Mereka mengunjungi para penerima dana, Mount Everest School, yang berlokasi di kawasan pegunungan dan para wakil juga menyumbangkan 5 kompor solar besar dan 700 lampu-lampu solar kepada Tsum Valley. Mount Everest School berlokasi di Sulukhumbu Valley di daerah pegunungan dengan ketinggian 2800 meter. Pada tanggal 12 Oktober pukul 4 pagi, para wakil meninggalkan ibu kota Nepal, Kathmandu, mengendarai mobil melalui jalanan pegunungan penuh liku-liku yang dibatasi dengan tebing terjal menuju Mount Everest School.

Perjalanan tersebut melewati jalur-jalur pegunungan, di mana kebanyakannya tidak beraspal dengan baik. Setelah bencana gempa, beberapa jalur jalanan telah terhambat dengan batu-batuan yang jatuh dari landaian pegunungan, membuat perjalanan menjadi sulit. Kami melewati beberapa perumahan yang dibangun hanya dengan kayu dan bambu. Walaupun perumahan tersebut telah dibangun kembali, sejak bencana gempa bumi sangatlah sulit untuk membayangkan bagaimana mereka dapat menahan bencana alam. Warga di kawasan pegunungan membutuhkan waktu setengah hari untuk dapat menempuh perjalanan ke desa dengan berjalan kaki dan beberapa hari untuk ke kota.

1510191003c2c622bc905bbb0d

Setelah 12 jam perjalanan dengan mobil, kami sampai ke tujuan. Mount Everest School berlokasi di puncak pegunungan. Sekolah tersebut mempunyai 80 siswa dan 7 guru dari beberapa desa dan kota kecil. Sekolah tersebut dibangun oleh organisasi amal internasional sejak 10 tahun lalu dan telah beroperasi hingga sekarang. Pada bulan Maret tahun ini, organisasi sosial ini kekurangan dana untuk membiayai Mount Everest School. Oleh karena itu, sekolah tersebut hampir ditutup. Sebuah vihara di Nepal mengetahuinya dan memutuskan untuk mengambil alih sekolah tersebut dengan harapan pendidikan di area pegunungan tersebut dapat terus berlangsung. Mount Everest School mempunyai kondisi yang paling baik untuk sarana pendidikan dari seluruh daerah di sekitarnya, dengan kurikulum yang lengkap untuk anak-anak hingga kelas 5 Sekolah Dasar dan guru-guru yang sangat berkualitas. Banyak anak-anak menempuhnya dengan berjalan kaki selama 2 hingga 3 hari untuk menghadiri kelas-kelas di sini.

1510191013128794bcd9d128a2

Setelah terjadinya musibah gempa bumi, sebagian ruang kelas telah mengalami kerusakan yang berat dan ruangan tersebut tidak dapat digunakan lagi. Beberapa murid ditempatkan di kantin sekolah yang masih layak untuk sementara dijadikan tempat belajar para murid tersebut. Beberapa murid bahkan menggunakan vihara yang berlokasi di sebelah sekolah untuk dijadikan kelas sementara.

Meskipun gedung sekolah telah rusak dan runtuh, para murid cukup beruntung untuk dapat terus mendapatkan pendidikan yang lengkap. Di sekolah ini, murid-murid mendapatkan pelajaran berbagai bahasa, seperti bahasa Nepal, bahasa Tibet dan bahasa Inggris; pelajaran seperti IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), matematika dan seni, seperti tarian, musik dan juga pendidikan jasmani untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan pengalaman para murid.

Proses pembangunan kembali kelas-kelas di sekolah tersebut tidaklah mudah. Setelah bencana gempa bumi, banyak keluarga yang perlu membangun kembali rumah mereka. Hal ini menyebabkan kekurangan material bangunan, seperti kayu, bebatuan dan kuli bangunan. Sekolah telah membeli bahan-bahan kayu yang cukup digunakan untuk membangun dua bangunan, tetapi memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan proses pembangunan kembali. Kepala sekolah Mount Everest School mengatakan bahwa dana dari Bodhi Meditation yang tepat waktu telah membuat mereka memperoleh bahan-bahan kayu dan mulai merencanakan pembangunan secara bertahap.

Kepala sekolah berharap agar pembangunan kembali sekolah tersebut dapat segera terlaksana melalui bantuan penuh cinta kasih para donatur agar para murid dan guru dapat melangsungkan pelajaran mereka dengan tenang. Ia berharap agar anak-anak di daerah pegunungan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik dan jika memungkinkan dapat menempuh pendidikan tinggi lebih lanjut di luar kawasan pegunungan.

Untuk murid-murid dan pendukung Bodhi Meditation, kesempatan-kesempatan untuk membantu secara amal, membawa kebahagiaan untuk lebih banyak orang dan menyebarkan cinta kasih dari Master Cin Phu Thi merupakan sukacita dan kebahagiaan yang sejati.